Resume Perangkat Jaringan: Repeater, Bridge dan NIC


1. REPEATER

 

A. Pengertian Repeater

Secara Bahasa, Repeater berasal dari bahasa Inggis yang berarti “mengulang kembali”. Pengertian Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas atau menguatkan jangkauan sinyal WiFi.

Untuk memenuhi hal tersebut, perangkat repeater harus 2 alat. Yang pertama untuk menerima sinyal dari server(client) dan yang kedua untuk menyebarkan lagi sinyal WiFi (accespoint).

B. Fungsi Repeater

Fungsi dari perangkat Repeater sebagai berikut:
1.     Untuk mengcover daerah-daerah yang lemah sinyal WiFi
2.     Memperjauh sinyal dari pemancar
3.     Mmpermudah akses sinyal dari pemancar

C. Jenis-jenis Repeater

Ada beberapa jenis yang terdapat pada perangkat repeater, yaitu:

1.     Passive Repeater




Adalah repeater radio ynag tidak memerlukan peralatan aktif (komponen elektronik, batterai maupun jaringan listrik). Passive Repeater adalah sebuah bidang, semacam papan yang terbuat dari logam atau bahan yang sangat reflektif memantulkan gelombang radio, dengan ukuran yang dihitung secara matematis, dipasang diatas bukit.

2.     Repeater menggunakan 1 Frekuensi


Repeater yang hanya menggunakan 1 frekuensi saya disebut SIMPLEX REPEATER atau disebut juga STORE & FORWARD REPEATER.Repeater ini banyak digunakan FRS (Radio Family, semacam KRAP? CB generasi baru) tetapi ada sebagian negara bagian di amerika yang melarang pengoperasian single freq repeater. Repeater ini juga banyak dipasangkan di balon udara yang yang terbang tinggi untuk mendapatkan coverage(cakupan) yang luas.

   3.     Echolink

adalah repaeater yang dihubungkan ke internet (melalui laptop). Pesan/signal yang diterima akan masuk ke komputer lalu diteruskan melalui jaringan internet sehingga diterima oleh pengguna internet lain.


4.    Echo Station

Echo station bukanlah jenis repeater melainkan nama dari salah satu program komputer yang banyak diinstall kedalam komputer yang aka dihubungkan ke repater. Komputer tersebut akan berfungsi sebagai pengontrol traffic/lalu lintas komunikasi sekaligus merekan dan memtar ulang rekaman radio.


5.     Satelite



Satelite pada prinsipnya adalah sebuah repeater yang diluncurkan ke runag angkasa dan mengorbit bumi sehingga memiliki jangkauan kerja yang sama dengan kalau ia ditempatkan di tower antena yang tingginya ratusan sampai ribuan km keangkasa sana. Satelit adalah sistem repeater yang paling complex dan mahal, fully computerised.

D. Cara Kerja Repeater

Untuk hal ini fungsi repeater yaitu untuk menyebarluaskan jangkuan jaringan Wifi, hal ini dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang kedua memancarkan kembali data sinyal itu.


Sesudah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa mengeluarkan manfaat untuk sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Untuk itu sinyal juga akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang lebih luas. Proses seperti itu, repeater mempunyai dua sistem yang sering dipakai, sistem repeater dalam jaringan dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.

Makna dari analog repeater yaitu sistem repeater yang mengirimkan sinyal data berupa data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran yang dikirimkan. Sedangkan untuk digital repeater mengirimkan sinyal data berupa bentuk digital. Data seperti itu dikirimkan berupa binary dengan diwakili oleh angka 1 dan 0 dan serta ada proses tambahan.

E. Komponen Repeater

Ada beberapa komponen yang terdapat pada repeater, yaitu sebagai berikut:
1. Receiver (RX)
Receiver merupakan suatu piranti elektronika yang berfungsi untuk menerima sinyal.

2. Transmitter (TX)
Transmitter merupakan suatu piranti elektronika yang berfungsi untuk mengirim/memancarkan sinyal.


3. Power Supply
Power Supply adalah sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya listrik.

4. COR (Carrier Operated Relay)
COR berfungsi sebagai kontrol PTT (Push To Talk) pada sebuah repeater, penghubung antara receiver dan transmitter, dan untuk mengaktifkan PTT pada transmitter.

5.     Regulator
Regulator berfungsi memperhalus tegangan AC sebelum dipakai komponen- komponen lain dalam repeater.

6.     Kipas
Agar komponen repeater tidak terlalu panas.

7.     Kapasitor
Kapasitor berfungsi untuk menghalangi/memblok arus DC dan mengizinkan arus AC lewat yang kemudian memperhalus tegangan AC tersebut sebelum dipakai komponen-komponen lain dalam repeater.

8.     Dummy Load
Ini adalah perangkat yang digunakan sebagai pengganti antena. Biasanya digunakan untuk membantu dalam pengujian pemancar radio.

F. Manfaat Repeater

Manfaat yang bisa peroleh dari Repeater, ialah sebagai berikut:
  1. Koneksi tidak terputus-putus saat berselancar di Internet, kecuali dalam keadaan jaringan operator sedang bermasalah.
  2. Sinyal yang diterima menjadi stabil dan tidak naik-turun, sehingga akan membuat koneksi internet lancar.
  3. Membuat modem tidak cepat panas, karena biasanya modem cepat panas disebabkan oleh penerimaan sinyal yang tidak stabil.
  4. Membuat baterai menjadi awet, karena jika sinyal kurang baik maka telepon selular akan lebih banyak menguras baterai.
  5. Kegiatan komunikasi seperti SMS-an, menelpon, Video Call akan semakin lancar meskipun posisi sedang ada di daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman kota.

G. Kelebihan dan Kekurangan Repeater

Adapun kelebihan dan kekurang repeater yang diantaranya yaitu:

1. Kelebihan Repeater

  • Sebuah perangkat digital yang memperkuat, membentuk ulang atau membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital pada transmisi ulang.
  • Repeater bekerja pada sinyal fisik yang sebenarnya sehingga jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
  • Bisa menguatkan sinyal.
  • Repeater bekerja di lapisan fisik, dilapisan pertama dan model OSI.
  • Sebuah analog perangkat yang menguatkan input sinyal terlepas dari alam “analog atau digital”.

2. Kekurangan Repeater

  • Tembaga untuk serat.
  • Memanjangkan jarak fisik perangkat jaringan.
  • Repeater harus diletakkan pada tempat yang tinggi.
  • Tidak untuk secara serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambung dengan media yang berbeda.

2. BRIDGE

A. Pengertian Bridge

Bridge adalah suatu alat yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya seperti Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.

Alat ini bekerja pada data Link layer model OSI (Open System Interconnection), Karena itu bridge bisa menyambungkan jaringan komputer yang memakai metode transmisi atau medium access control yang tidak sama atau berbeda. Bridge juga adalah alat yang bisa mempelajari alamat link yang ada pada setiap perangkat yang terhubung dengannya dan juga mengatur alur frame berdasarkan alamat tersebut.

B. Fungsi Bridge

  1. Bridge dapat berfungsi menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN tanpa bridge.
  2. Bridge juga dapat menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan yang sama maupun yang berbeda.
  3. Bridge juga dapat berfungsi sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”. Lalu bridge juga dapat men-copy frame data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih terhubung. Dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari bridge.

C. Jenis-jenis Bridge

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis bridge, terdiri atas:
  1. Bridge Lokal: sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal. Yaitu bridge yang mengkoneksikan media kabel yang satu dengan media kabel lainnya, contoh penggunaannya dapat dilihat pada hub,switch, atau modem.
  2. Bridge Remote: dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
  3. Bridge Nirkabel: sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel atau beberapa media yang koneksinya media wireless. Aplikasinya dapat di lihat pada fungsi Acces Point untuk implementasi Hostpot.

D. Cara Kerja Bridge

Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing segmen jaringan komputer, dan hanya dapat memperbolehkan lalulintas data yang memang dibutuhkan melintasi bridge. Saat menerima sebuah paket data, bridge akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau segmennya sama, paket data akan di tolak dan kalau segmennya tidak sama atau berbeda paket-paket data akan di teruskan ke segmen yang dituju. 

Dengan begitu bridge dapat mencegah pesan rusak supaya tidak menyebar keluar dari satu segmen. Bridge merupakan alat yang bekerja pada physical layer dan data link layer, sehingga dapat mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh bridge. Itulah prinsip atau cara kerja dari bridge.

E. Kelebihan dan Kekurangan Bridge

1. Kelebihan Bridge

Terdiri atas:
  • Memindahkan data melewati intermediate network dengan protokol yang tidak sama.
  • Dapat mengurangi collision atau tabrakan pada saat pengiriman paket dalam jaringan. Memungkinkan koneksi pada jenis network yang berbeda.
  • Dapat mengembangkan kapasitas network dan mengurangi resiko kepadatan traffic.

2. Kekurangan Bridge

Terdiri atas:
  • Bridge tidak dapat memblokir paket broadcast Menambah delay pada jaringan.
  • Bila alamat yang di terima tidak di kenal oleh bridge, maka dapat di siarkan berita ke jaringan segmen lain serta perihal ini bisa mengakibatkan berlangsungnya broadcast strom (badai siaran) yang dampaknya bisa bikin jaringan macet keseluruhan.
  • Meskipun bisa mempunyai domain collision yang tidak sama, namun peralatan bridge cuma mempunyai satu broadcat domain.
  • Tehnik bridging dapat mengonsumsi banyak bandwidth.


3. NIC (Network Interface Card)



A. Pengertian NIC

NIC merupakan sebuah perangkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card dan juga Ethernet Card.
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.

B. Fungsi NIC

1. Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan komputer satu dengan 
   komputer lain.
2. Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan informasi antar komputer.
3. Menghubungkan jaringan local dengan jaringan internet.
4. Mengintegrasikan komputer dengan beberapa peralatan elektronik

C. Jenis-jenis NIC

1. PCI Adapter



PCI (Peripheral Component Interconnect) adalah bus yang pada awalnya didesign untuk menggantikan Bus ISA/EISA yang dipakai dalam system komputer IBM. Dirilis pertama kali tahun 1992 dan masih banyak dipakai sampai sekarang ini untuk komputer desktop yang mempunyai slot PCI tentunya.

Dari jenis adapter jaringan ada dua macam pemakaian yaitu yang untuk adapter jaringan kabel dan untuk adapter jaringan wireless atau jaringan nirkabel. Gambar berikut menunjukkan slot PCI pada motherboard komputer dan kartu jaringan PCI untuk LAN dan untuk wireless.

2. USB Adapter


USB (Universal Serial Bus) adalah standard Bus serial yang mempunyai design asimmetris dan di design sebagai slot yang sangat praktis untuk menghilangkan perlunya tambahan slot PCI pada komputer. USB mempunyai kemampuan PnP (Plug and Play – pasang dan mainkan) sehingga saat dipasang di komputer tidak memerlukan suatu reboot komputer. Tidak ada kartu jaringan LAN yang memakai slot USB kecuali yang dari jenis wireless.

3. Cardbus / PCMCIA



Kartu jaringan Cardbus atau PCMCIA yang dipakai pada slot Cardbus atau PCMCIA dari notebook. Kartu jaringan dari jenis Cardbus ini lebih banyak dipakai untuk kartu jaringan wireless juga, walaupun pada awalnya banyak diproduksi adapter LAN dengan speed 10 Mbps di era laptop jaman dulu yang tidak dilengkapi dengan kartu jaringan onboard, sekarang sudah tidak ada lagi.

4. Express Card



Kartu jaringan dari jenis ExpressCard adalah jenis baru yang mulai banyak diadopsi oleh notebook belakangan ini mulai akhir tahun 2006-an. Keuntungan utama dari technology ExpressCard dibanding CardBus adalah peningkatan bandwidth yang sangat dramatis dibanding technology Cardbus. Kartu jaringan ExpressCard mempunyai koneksi langsung kepada system bus melalui suatu jalur X1 Express PCI dan USB 2.0, sedangkan Cardbus menggunakan controller interface yang hanya memakai interface PCI.

5. PCI Express USB 3.0 Adapter

Sejak 2006, sudah mulai banyak produk computer yang melengkapi motherboardnya dengan PCI express dengan tersedianya slot PCIe. Sekarang ini banyak produk yang memanfa’atkan slot PCIe ini antara lain USB port PCI Express adapter. PCIe adapter ini mengusung port USB 3.0 Super Speed.


Adapter ini dilengkapi dengan konektor power dari PC 4-pin untuk memberikan kekuatan power kepada perangkat USB yang terhubung kepada USB portnya. Kecepatan data transfer sungguh luar biasa sampai 5 Gbps lebih dari 10 kali lipat kecepatan transfer rate dari USB 2.0 yang hanya sampai 480 Mbps. Tentunya port USB ini bisa dipakai juga (compatible) dengan perangkat USB type 2.0. Tentunya kalau dpakai pada perangkat USB 2.0 kecepatannya yach mengikuti jenis USB 2.0. Jadi kecepatan transfer rate bisa maksimum jika menggunakan perangkat USB 3.0 juga misal external Hard disk dari Iomega eGo 2 TB USB 3.0.

Selain itu ada beberapa jenis slot yang terdapat pada NIC, yaitu:

1. NIC Slot ISA

      NIC ini adalah NIC yang khusus dipasang pada slot ISA di motherboard. Saat ini NIC udah jarang dipakai karena transfer data saat ini menggunakan PCI.

2. NIC Slot PCI

      Dipasang khusus juga pada slot PCI. Kecepatannya lebih cepat dari pada ISA. NIC PCI biasa digunakan di sekolah-sekolah, terdapat port untuk RJ45nya dan jumlahnya ada satu. Tapi, semakin majunya teknologi sekarang ada yang jumlahnya lebih, yaitu pada Port BNC dan UTP

3. NIC Untuk dukungan Fiber Optik

    NIC ini terdapat port untuk colokan kabel fiber optik. Ukurannya lebih besar dan memiliki ruangan khusus dalam pemaangannya.

4. NIC Socket PCMCIA

     Digunakan pada laptop atau notebook, dan pada umumnya memiliki port UTP.

5. USB NIC

    Sesuai namanya, otomatis jelas dipasang pada slot USB, dan pastinya mudah di pindah-pindah.

D. Cara Kerja NIC

NIC pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun demikian, disamping berbagai macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC memiliki satu tugas utama yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC tersebut adalah untuk mengubah aliran data berbentuk parallel di dalam bus sebauh komputer menjadi aliran data yang berbentuk serial, sehingga nantinya aliran data yang berbentuk serial tersebut bisa saling di transmisikan di dalam media jaringan komputer.

E. Kekurangan dan Kelebihan NIC

1. Kelebihan NIC

     Terdiri atas:
  • Tidak boros kabel  
  • Praktis
  • Hemat tempat.

2. Kekurangan NIC

    Terdiri atas:
  • Kecepatan transfer data kurang
  • Bergantung pada sinyal pemancar
  • Mudah terkena hack.




Komentar